TAAT, KASIH DAN HIDUP BAGI ALLAH
Dalam buku tulisan Dr. Cletus Groenen OFM, yang meraih gelar Doktor di bidang Teologi jurusan Kitab Suci di Roma, sepanjang sejarahnya bangsa Israel berkembang dari suatu masyarakat sederhana, primitif, yang terdiri atas sejumlah suku menjadi sebuah negara. Dimana masyarakat semacam itu tidak dapat berjalan tanpa hukum.
Dalam Kitab Perjanjian Lama, tegasnya dalam Pentateukh, terdapat beberapa “Buku Hukum” yang mengumpulkan macam-macam undang-undang. Ada kitab “Hukum Ibadat”, tetapi juga kitab “Hukum Perdata” dan “Hukum Pidana” serta “Hukum Tata-Negara”. Tetapi manapun juga asal-usulnya semua hukum dikembalikan kepada Tuhan sebagai sumbernya yang terakhir.
Dan Allah umat Israel adalah Allah perjanjian. Hukum-hukum itu semua menjadi syarat perjanjian dari pihak umat. Dengan melaksanakan hukum itu umat menanggapi kasih Allah yang memilih bangsa Israel menjadi umatNya. Ketaatan kepada hukum merupakan saluran kasih balasan dari pihak umat.
Dan juga kita baca dalam PB, Rasul Paulus menyampaikan dalam 1 Korintus 7:19, “Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah”.
Dan dalam Roma 3:1-4:25 (cukup panjang), dimana Rasul Paulus menekankan keselamatan karena iman, yang benar-benar penting ialah menaati hukum-hukum Allah.
Keselamatan oleh iman harus menuju kepada ketaatan, kasih dan hidup bagi Allah.
Lalu bagaimana jika kurang dalam ketaatan?
Kembali lagi, bahwa Keselamatan oleh iman harus menuju kepada ketaatan, kasih dan hidup bagi Allah.
Tuhan Yesus memberkati.
Haleluya.
by. Hamba Tuhan GPIBB
Puji Tuhan
BalasHapus