BEJANA TETAP TERBUKA

Kita dapat menerima atau pun menolak kasih karunia. Ketika hati kita terluka, kita akan diperhadapkan dengan keputusan apakah kita akan mengeraskan hati dan menolak kasih karunia dari Allah, atau berseru berdoa kepada Tuhan untuk pemeliharaan-Nya dan kasih-Nya dalam hidup kita.

Jika kita ingat dengan firman Tuhan, "Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku." 2 Kor. 12:9.

Dan kita harus ingat, bahwa ketika kita mengeraskan hati, menolak kasih karunia, kita menjadi pahit hati. Dan kita juga justru mencemarkan orang lain dengan perbuatan kita yang demikian. Kita menghalangi masuknya kasih karunia yang dicurahkan bagi kita.

Ibrani 12:15, "Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang."

Tetaplah bejana kita tetap terbuka, kasih karunia Allah tetap tercurah bagi kita, dan kita menjadi "kelimpahan kasih karunia" dari Allah.

Tuhan Yesus memberkati kita semua Jemaat Tuhan. Dan sampai bertemu kembali esok dalam ibadah Minggu Raya.

Haleluya.

Oleh. Hamba Tuhan GPI Bekasi Barat

Komentar

Postingan populer dari blog ini