Pikiran Yang Diperbaharui
Kita
hanya berubah sebanyak perubahan yang ada dalam pikiran kita, dimana
gagasan dan ide-ide dapat mempunyai kuasa untuk mengubah kita.
Bahkan
setelah kita lahir baru, pola pikir dan konsep lama haruslah kita ubah,
dimana sikap hati dapat berubah ketika pikiran berubah. Ini adalah
proses yang terus berlangsung, kita diubah oleh pembaharuan pikiran.
Roma 12:2, "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
Kita
harus bersikap tegas terhadap segala cara yang berlaku dan populer dari
roh dunia sambil memberitakan kebenaran kekal dan standar kebenaran
Firman Allah demi Kristus.
1 Kor. 1:17-24, "Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.
Hikmat Allah dan hikmat manusia
Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan. "Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah."
Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua Jemaat Tuhan.
Sampai bertemu kembali dalam Ibadah Minggu Raya.
Haleluya.
Oleh. Hamba Tuhan GPI Bekasi Barat
Komentar
Posting Komentar